Untuk mulai berinvestasi memang terkadang sulit. Butuh keberanian dan tekad yang kuat untuk memulainya. Karena lagi-lagi investasi lekat dengan risiko, meski tingkatannya berbeda-beda. Setelah bersama-sama tahu tentang tujuan dari investasi serta skema dari investasi itu sendiri, mari kita belajar lebih jauh lagi tentang instrumen investasi.

Jenis investasi paling mudah dibedakan berdasarkan jangka waktu. Yang biasanya dikenal dengan jenis investasi jangka panjang dan jangka pendek. Keduanya punya porsi keuntungan yang berbeda-beda. Biasanya, semakin panjang jangka waktu, tentu profit akan semakin besar. Itu sudah menjadi prinsip dasar dalam berinvestasi. Namun, bukan berarti investasi jangka pendek tidak bisa mendatangkan keuntungan loh!

Investasi Jangka Panjang

Investasi yang biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka panjang. Yang sifatnya tidak mendesak, rata-rata berkisar di atas 5 – 10 tahun. Investasi jangka panjang biasanya akan menghasilkan profit lebih besar. Apa saja yang termasuk investasi jangka panjang? Check this out!

Investasi emas batangan

Bukan hanya emas perhiasan ya guys kalau buat kebutuhan investasi, tapi bentuknya harus emas batangan. Biar enggak kepotong biaya pembuatan saat menjualnya kembali. Kenaikan harga emas memang ada, namun lambat dan sangat perlahan. Oleh karenanya, emas batangan hanya cocok untuk investasi jangka panjang. Tapi enaknya, emas sangat mudah dijual, sehingga minim risiko.

Emas batangan merupakan model investasi lama yang mungkin sering dipilih oleh orang tua kita juga. Investasi emas memang dikenal minim risiko asal kamu pandai menyimpannya di tempat aman.  Emas juga tidak mudah rusak atau terbakar. Tapi bila untuk jangka pendek, nilai return-nya tidak akan berasa. Karena kenaikan harga emas sangatlah lambat bahkan cenderung stabil.

Investasi pada tanah dan bangunan

Kalau tanah dan bangunan pasti setiap tahunnya akan ada kenaikan harga. Hitungannya pun cukup signifikan. Apalagi untuk jangka waktu yang panjang. Namun, modal awal untuk memulai investasi ini terbilang sangat besar. Kamu tahu sendiri, harga rumah atau tanah sudah mencapai harga berapa saat ini. Kamu mungkin perlu nabung dulu agar bisa membelinya.

Kamu tahu sendiri kan kalau harga properti sangat mahal. Paling murah mungkin sekitar Rp 350 juta. Modal awal yang harus dikeluarkan untuk instrumen investasi yang ini tidaklah kecil. Atau kamu bisa melakukan kredit kepemilikan rumah (kpr) melalui bank konvensional. Tapi itu pun butuh DP (down payment) yang paling tidak besarnya 20% – 30% dari harga properti yang kamu beli. Tapi kalau soal risiko aman sekali, propertimu tidak akan hilang. Return-nya juga bila properti tersebut kamu jual, harganya dalam 2 – 3 tahun saja sudah mengalami kenaikan yang berarti.

Investasi pada produk asuransi

Yang paling sering ditawarkan adalah produk asuransi kesehatan, pendidikan, juga dana pensiun. Pilihan ini bisa jadi pilihan tepat karena dinilai paling aman. Terutama buat kamu yang punya gaji bulanan bisa membayarnya secara berkala setiap bulan. Kamu hanya perlu disiplin dan bersabar karena memang ini ditujukan untuk keperluan jangka panjang.

Investasi saham dan obligasi

Pilihan ini memang yang paling tinggi risikonya. Hanya saja profitnya paling besar. Kamu harus pintar-pintar dalam memilih perusahaan. Harus yang memiliki track record baik, terutama soal perputaran keuangannya. Karena kalau sampai perusahaan yang kamu pilih gulung tikar, investasimu juga ikut melayang.

Nah, kalau yang satu ini kamu harus pintar-pintar main saham. Karena investasi saham dikenal punya risiko tinggi namun return-nya juga besar. Dan kamu harus mengelola semuanya sendiri. Makanya kenapa, investasi saham juga akan menguras sedikit tenaga dan pikiranmu. Kalau yang ribet begini biasanya anak muda kurang suka. Karenanya, investasi saham ditujukan bagi yang sudah menguasai teknik trading dengan baik.

Selain itu, baru-baru ini kita juga sempat banyak sekali mendengar tentang investasi reksadana. Instrumen investasi yang satu ini terkenal tidak ribet karena dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Makanya anak muda suka sekali. Selain itu, bisa dimulai dengan modal awal yang kecil, yaitu Rp 100 ribu. Pasti tidak memberatkan buat kamu yang ingin berinvestasi. Risikonya juga kecil karena dana investasimu sudah dijagain sama MI tadi.

Nah, Reksadana sendiri dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, serta saham. Untuk jenis saham dan campuran, kedua jenis ini masuk ke dalam investasi jangka panjang. Sementara untuk pasa uang dan juga tetap, durasi investasinya cukup optimal jika digolongkan kepada investasi jangka pendek.

Investasi Jangka Pendek

Yang namanya investasi jangka pendek tentu digunakan untuk kebutuhan jangka pendek yang sifatnya mendesak. Rata-rata jangka waktunya bisa bulanan hingga maksimal 3 tahun. Lalu, apa saja bentuk investasi jangka pendek itu?

Investasi pada Peer to Peer (P2P) Lending

Yang satu ini adalah model investasi baru yang lagi digandrungi anak muda. P2P Lending merupakan suatu platform yang mempertemukan investor (pemberi pinjaman) dengan peminjam untuk memodali usahanya, dan biasanya dilakukan secara online. Enaknya, P2P Lending bisa kamu pilih sebagai produk investasi jangka pendek. Karena rata-rata jangka waktu investasinya berkisar antara 1 – 12 bulan saja.

Investasi reksa dana jenis pasar uang (RDPU)

Jenis reksa dana yang satu ini memiliki risiko dan profit lebih kecil ketimbang jenis reksa dana lainnya. Namun, ini aman untuk pemula. Dana investasimu akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang membuatmu tidak perlu turun langsung. Selain itu, karena RDPU difungsikan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal sehingga aman untuk investasi jangka pendek.

Investasi berupa deposito

Deposito biasanya dipilih untuk menyimpan uang yang belum akan digunakan saat ini. Oleh karenanya disimpan dulu di bank sebagai deposito. Tapi juga tidak salah kalau kamu setiap bulannya menyisihkan gajimu untuk ditabung sebagai deposito. Banyak yang menganggap deposito investasi paling aman dengan nilai profit yang lumayan. Umumnya jangka waktu yang berlaku adalah 1, 3, 6, hingga 12 bulan.

Ketimbang hanya menabung di bank, bunganya gak seberapa. Meski uang kamu bakal tersimpan dengan aman. Namun, ada deposito yang menawarkan investasi dengan skema menabung juga, tapi dengan bunga atau return yang lebih besar dari pada sekedar menabung. Bisa dimulai dengan setoran awal Rp 2 juta – Rp 10 juta. Dengan jangka waktu penyimpanan 1, 3, 6, hingga 12 bulan.

Siap untuk melakukan investasi demi masa depan kita semua? Lihat bagaimana EMSI  bisa membantu mewujudkan tujuan kita semua terkait inflasi yang mengincar kita setiap waktu.

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.