Bicara soal investasi pasti yang menjadi tolak ukur adalah peluang yang menguntungkan. Investasi akan erat kaitannya dengan spekulasi. Hanya butuh keberanian untuk mencoba. Yang menjadi patokan dalam investasi adalah melihat besaran profit dan tingkat risikonya. Meski kadang angka pasti yang telah ditentukan di awal masih bisa bergeser.

Investasi bisa disalurkan ke berbagai sektor, seperti sektor riil dan non-riil. Investasi di sektor riil sama saja berinvestasi di real asset. Dimana kamu akan berinvestasi pada produk yang terlihat bentuk fisiknya. Kebalikannya, investasi di sektor non-riil lebih pada bentuk produk yang sifatnya financial asset, seperti produk pasar keuangan yang tidak terlihat secara fisik.

Lalu, bagaimana kondisi pertumbuhan investasi di sektor riil tanah air?

Dilansir dari Bisnis.com, terdapat pertumbuhan investasi di tahun 2016 pada sektor keuangan dan telekomunikasi sebesar 13,51%. Sementara untuk sektor riil, laju tumbuh investasi masih lambat. Bahkan pada sektor pertanian hanya tumbuh sebesar 3,23% saja. Padahal target realisasi investasi yang ditetapkan Indonesia, angkanya telah melampaui target.

Tentu hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh banyak hal. Masih banyak kendala yang ditemukan, salah satunya soal regulasi dan kebijakan. Tidak ada tindakan antisipasi yang didapat dari pemerintah Indonesia untuk menjamin dana investor. Sehingga investor tidak mendapat kepastian hukum. Risiko yang terlalu besar inilah yang membuat akhirnya, minat investasi ke sektor riil menjadi rendah. Padahal kita tahu, bila investasi ke sektor riil bisa mencapai angka cukup – sudah cukup pula mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia.   

a.       Benahi dulu kondisi sektor riil Indonesia dari dalam  

Masalah infrastruktur yang juga menjadi faktor pendukung berkembangnya investasi terhadap sektor riil. Infrastruktur yang buruk hanya akan menghambat pertumbuhan nilai investasi pada sektor riil. Meski untuk memperbaiki sarana infrastruktur membutuhkan waktu yang lama dan modal yang besar. Namun pemerintah saat ini telah banyak membenahi infrastruktur di Indonesia, seperti adanya pembangunan jalan tol trans Sumatera hingga Papua, pembangunan dan pembenahan bandara, serta pembangunan tol laut.

Terbukti dari laporan yang didapat, tol laut yang sudah beroperasi sejak tahun 2015 lalu mampu mengurangi disparitas harga antarwilayah di Indonesia. Seperti harga beras di Kepulauan Anambas dan Fak-fak turun sebesar 14 persen. Sementara di Larantuka, NTT harga beras turun hingga 17%.

Setelah itu, kenaikan biaya hidup juga cukup mempengaruhi kondisi sektor riil di Indonesia. Naiknya biaya hidup dapat menyebabkan lemahnya daya beli masyarakat. Akibatnya, masyarakat akan mengurangi tingkat konsumsi mereka. Bila pemerintah juga mampu mengimbangi dengan menaikkan upah minimum masyarakatnya, mungkin tingkat konsumsi dapat kembali terdorong. Kalau kondisi pasar menjadi lebih kompetitif akan mampu menarik investor untuk menanamkan modalnya ke sektor riil tanah air.

b.      Apa benar investasi sektor riil telah dikalahkan oleh investasi di sektor non-riil?   

Selain alasan-alasan yang telah disebutkan di atas, berinvestasi di sektor riil juga membutuhkan modal yang besar. Sehingga akan membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang dan mendapat profit. Sedangkan ketika berinvestasi di sektor non-riil, perkembangan likuiditasnya cenderung lebih cepat. Investor mulai mendapat pilihan lain untuk berinvestasi di pasar modal.

Sektor non-riil terkenal dengan model investasi yang lebih paper writing service ringkas. Tidak membutuhkan tenaga lebih untuk memikirkan jalannya investasi. Meski keduanya sama-sama punya risiko.

Padahal sektor riil punya peran yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi. Adanya investasi di sektor riil dapat meningkatkan produksi dalam negeri untuk mengantisipasi permintaan pasar yang dinamis. Mengurangi nilai impor dan yang pasti menambah pendapatan dalam negeri. Sehingga akhirnya, pemerintah tidak perlu terus menaikkan beban biaya hidup.

Tapi sektor non-riil juga punya ketidakpastian karena sangat bergantung pada kondisi perkembangan ekonomi di suatu negara. Yang naik-turunnya juga dipengaruhi oleh tingkat investasi sektor riil. Oleh karenanya, kenapa investasi di sektor non-riil sebaiknya berjalan beriringan dengan investasi sektor riil. Karena sebenarnya kedua sektor tersebut berhubungan dan saling membutuhkan.    

c.       Pengerucutan investasi sektor riil pada bidang pertanian

Seperti yang diketahui, pertanian memegang kendali atas perkembangan ekonomi di Indonesia. Menyumbang hampir setengah nilai perekonomian nasional. Pertanian juga secara nyata ikut menyokong pendapatan devisa negara melalui ekspor.

Indonesia memiliki aset akan lahan pertanian yang luas. Dengan total keseluruhan lahan sawahnya pada tahun 2016 mencapai 8 juta hektar. Bahkan saat terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997, hanya bidang pertanian yang masih mengalami pertumbuhan sebesar 0,22%. Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa itu mengalami kemerosotan hingga 13,68%.

Ternyata pertumbuhan investasi di bidang pertanian bisa dipengaruhi oleh dua hal, yaitu laju pertumbuhan produksi dan tingkat daya saing hasil produksi secara global. Harga jual dan beli hasil pertanian harus dijaga kestabilannya. Jangan sampai merugikan salah satu pihak. Kemudian persaingan usaha akan menunjukkan aktivitas ekonomi yang aktif di dalam bidang pertanian. Sehingga dapat menarik minat investor.

Tambahan lain, investasi di bidang pertanian juga akan dipengaruhi oleh sumber daya manusia (petani), kondisi lahan, dan kebijakan serta regulasi yang berlaku. Bila regulasi terkait prosedur dan perizinan dibuat berbelit-belit, membutuhkan waktu yang panjang, dan mahal biayanya – akan menurunkan minat investasi di bidang tersebut.

Kalau bicara soal petaninya, balik lagi jumlahnya harus tersedia dengan cukup. Pekerja yang menjalani usaha pertanian tidak boleh kekurangan jumlahnya dan tentu harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Mau menjalankan manajemen pertanian dengan baik agar dapat dipercaya oleh investor. Petani juga harus terbuka menerima ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat untuk memaksimalkan usaha taninya.

Faktor terakhir adalah kondisi lahannya. Bagaimana pengelolaan lahan bisa dilakukan dengan baik agar lahan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan mengurangi penggunaan pestisida anorganik secara berlebihan misalnya. Atau lahan yang sebisa mungkin dibuat dekat dengan sumber air agar hasil produksi dapat lebih maksimal.

Jika kesemua faktor di atas bisa terpenuhi dengan baik, dan bahkan mampu mempertahankannya secara konsisten – investasi di bidang pertanian akan dapat terus bertambah.

Capaian prestasi yang berhasil dicapai pada tahun 2018 ini adalah nilai investasi di bidang pertanian yang mencapai Rp 60 triliun. Dilansir dari kumparan.com, jumlah tersebut telah melebihi realisasi investasi pertanian di 5 tahun terakhir. Bahkan tahun 2017 saja, hanya baru mencapai angka Rp 45,9 triliun. Nilai investasi tersebut salah satunya digunakan untuk pembangunan pabrik gula senilai Rp 41,44 triliun. Yang nantinya akan mampu menyerap kurang lebih 500.000 tenaga kerja.

Manfaat yang langsung bisa dirasakan bila berinvestasi di sektor riil. Memberi dampak nyata untuk kemajuan bangsa dan pertumbuhan ekonominya. Lalu, kamu masih mau berpikir dua kali untuk ikut berinvestasi di sektor riil tanah air?

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.