1. Belajar Investasi bersama EMSI

Apa tujuan anda belajar investasi,..?

Secara Umum Investasi :

Kesimpulan: Investasi merupakan sebuah cara agar kita bisa bertahan dari perputaran roda ekonomi yang terus meningkat atau inflasi. Semakin hari, nilai inflasi akan terus naik, itu adalah hal yang pasti. Berbeda dengan tabungan konvensional, investasi bisa menjadi sebuah cara yang bisa mengikuti melonjaknya kenaikan nilai ekonomi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pertanyaan klasik. Kenapa sih harus berinvestasi? Jika memang investasi ditujukan sebagai cara kita untuk mengumpulkan uang dalam kurun waktu tertentu, kenapa harus investasi? Kan masih ada cara lain seperti menabung, deposito, dan hal-hal lainnya. Memang betul, ada banyak cara kita untuk bisa memenuhi bekal kebutuhan kita di masa yang akan datang, dan salah satunya adalah menabung dan investasi. Tapi sebelum itu, kami akan sedikit bercerita tentang musuh terbesar perekonomian kita, yaitu inflasi.

Bukankah kita sudah tidak asing lagi mendengar kata inflasi? Masih ingatkah ketika beberapa tahun yang lalu kita membeli sebuah barang dengan harga tertentu dan sekarang ketika kita akan membeli barang yang sama, mengapa harganya naik drastis? Harganya bisa naik berkali-kali lipat, padahal fungsi dan juga bentuk barangnya masih sama. Apa lagi penyebabnya kalo bukan inflasi?

Supaya lebih yakin lagi, kami berikan definisi dari inflasi. Sederhananya, arti inflasi adalah periode dimana terjadi kenaikan harga-harga secara umum atau kemerosotan nilai uang. Nah, kemerosotan nilai uang yang tergolong ringan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, namun jika sudah berat, bisa berpotensi terjadi krisis ekonomi. Apalagi, sekarang nilai rupiah terhadap Dollar Amerika sudah jauh menurut.

Rata-rata nilai inflasi di Indonesia setiap tahunnya mencapai 6%. Dengan asumsi sebesar 6% tersebut, berarti nilai uang sebesar Rp 1 juta dalam 5 tahun kenaikan nilainya bisa mencapai Rp 200 ribu. Dan dalam waktu 10 tahun kenaikannya bertambah hingga Rp 800 ribu. Bukankah pertambahan nilai tersebut dinilai signifikan? Lalu,kita  sudah mempersiapkan apa untuk menghadapi inflasi?

Meski pemerintah telah berupaya menghindari terjadinya inflasi, namun hal tersebut masih sangat sulit dilakukan. Setiap tahun di Indonesia pasti ada saja nilai inflasi, meski besarannya berbeda-beda. Hal ini bisa disebabkan karena tingginya permintaan tidak diimbangi oleh ketersediaannya. Sehingga harga barang atau jasa menjadi melunjak.

Atau juga bisa disebabkan oleh faktor pertumbuhan penduduk yang pasti tidak bisa dihindari. Karena jumlah penduduk semakin bertambah, akhirnya permintaan sulit dipenuhi. Akibatnya, harga-harga menjadi mahal.

Dampak Hadirnya Inflasi dalam Kehidupan Kita

Yang paling terasa pada nilai gaji atau pendapatan setiap bulannya. Bila kita memiliki pendapatan yang tetap setiap tahunnya, seiring berjalannya waktu nilai uang yangkita terima akan berkurang. Makanya jangan heran kalau semakin bertambahnya tahun, uang gaji semakin tidak mampu mencukupi kebutuhan bulananmu.

Terus juga akan terlihat pada nilai uang tabungan yangkita simpan di bank. Dalam kurun waktu beberapa tahun saja nilainya akan menjadi berkurang. Karena apa? Karena suku bunga tabungan masih berada di bawah nilai inflasi setiap tahunnya. Gimana, masih belum mau berubah pikiran?

Satu contoh lagi adalah ketika kita membeli barang senilai 1 juta rupiah di tahun ini. Melihat potensi rata-rata inflasi yang bisa mencapai 6% saja, mari kita lihat akan menjadi berapa harganya di tahun-tahun yang akan datang.

• Dalam 5 tahun harganya akan jadi Rp1,2 juta
• Dalam 10 tahun harganya akan jadi Rp1,8 juta
• Dalam 20 tahun harganya akan jadi Rp3,2 juta
• Dalam 30 tahun harganya akan jadi Rp5,7 juta.

Pemerintah selalu berupaya menjaga kestabilan nilai inflasi. Dalam artian, menjaga agar nilainya tidak lebih dari 4%. Meski kenyataannya terkadang masih berada di atas 4%. Dampak yang buruk untuk sektor keuangan masyarakat Indonesia, bisa diatasi dengan menambah pendapatan.

Pendapatan aktif yang bisa didapat dari menambah pekerjaan untuk mendapatkan uang tambahan. Atau pendapatan pasif yang bisa didapat dari berinvestasi. Tidak ada salahnya mencoba belajar berinvestasi. Karena hanya dengan berani belajar berinvestasi, nilai uang yangkita miliki akan bertumbuh lebih cepat.

Dari contoh infasi di atas, apa yang kita pelajari?

Investasi memang perlu dilakukan terutama untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Masuk ke dalam jenis investasi jangka panjang, investasi ini ditujukan untuk kebutuhan di atas 5 tahun. Bagaimanakita ingin menciptakan kondisi keuanganmu di hari tua, tergantung pada apa yangkita lakukan sekarang. Karena untuk menjadi tua itu pasti, yang bisa kita lakukan hanyalah mempersiapkannya sebaik mungkin. Selagi muda, kita bisa merencanakan berbagai hal untuk membuat hari tuamu tetap bahagia.

Namun begitu, investasi juga tidak melulu bertujuan untuk jangka panjang saja, pun bisa juga dengan rencana jangka pendek kita. Toh, inflasi juga terus terjadi dengan cepat, apakah kebutuhan jangka pendekmu bisa lebih cepat dari inflasi tersebut?

Bicara soal kebutuhan pasti tidak ada habisnya. Kebutuhan sekarang, nanti, atau kebutuhan masa depan, semua membutuhkan biaya untuk memenuhinya. Yang sering terpikirkan oleh kita hanya kebutuhan sekarang atau yang dibutuhkan saat ini saja. Namun, jarang yang memikirkan kebutuhan masa depan apalagi mempersiapkannya. Banyak yang menggunakan prinsip let it flow saja kalau soal kebutuhan ini. Padahal itu pola pikir yang salah. Karena menurut John F. Kennedy, usaha dan keberanian saja tidak cukup kalau kita tidak punya tujuan dan perencanaan untuk meraihnya.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki perencanaan agar hidupmu nanti tidak bakal kacau. Penting untuk siapkan payung sebelum hujan, kan? Berikut ini kami berikan contoh kebutuhan di masa depan yang cepat atau lambat akan kita hadapi.

1. Kebutuhan pendidikan anak = asuransi pendidikan

Kebutuhan yang pasti muncul di masa yang akan datang adalah kebutuhan untuk pendidikan anak. Karena kita pasti menikah dan memiliki anak bukan? Dan pasti nanti anakmu akan bersekolah juga kan? Bahkan biaya pendidikan yang dulu dibayarkan oleh orang tua kita akan bertambah besarannya ketika nanti kita membayar sekolah anakmu sendiri. Jadi kalau tidak dipersiapkan sedini mungkin, bagaimana kita nanti akan menghadapinya? Asuransi pendidikan bisa menjadi saluran investasi kita untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak di masa yang akan datang.

2. Kebutuhan jaminan hari tua = Asuransi Dana Pensiun

Yang juga tidak mungkin dihindari adalah menjadi tua. Kita pasti akan memasuki usia pensiun dimana kita tidak bisa lagi aktif mencari uang dengan bekerja. Saatnya uang yang bekerja untuk kita. Kalau kebutuhan ini tidak kita persiapkan dari sekarang, nanti saat masa itu datang, kita akan lebih sulit untuk berpikir. Menggantungkan nasib pada anakmu juga tidak disarankan menjadi pilihan. Pilihan yang tepat adalah berinvestasi pada asuransi dana pensiun yang pasti dapat menjamin kehidupan hari tuamu. Penting untuk tetap bahagia di hari tua loh, akhi …

3. Kebutuhan Rumah Pribadi = Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)

Kita tidak mungkin numpang rumah orang tua terus-menerus kan? Atau mau mengontrak rumah terus sepanjang hidupmu? Pasti bukan itu yang kita inginkan. Oleh karenanya, penting untuk memprioritaskan investasi berupa cicilan rumah di usia muda. Agar saat hari tua kita sudah bisa lega tinggal di rumahmu sendiri tanpa harus mikir bayar cicilan atau bayar kontrakan lagi. Jadi, bila kebutuhan masa depan sudah terpenuhi semua, kita bisa hidup dengan lebih tenang.

4. Kebutuhan Passive Income = Investasi Sejak Dini

Nah, ini rahasia supaya hidupmu di masa depan bisa super-duper bahagia. Ialah punya investasi yang hasilnya bisa menjadi passive income di masa depan. Lumayan bisa buat tambahan biaya hidup. Bisa buat jajanin cucu kesayangan atau membelikannya mainan. Supaya menjadi passive income di hari tua, kita harus mulai investasinya dari sekarang. Karena kalau mulainya baru nanti, akan terlambat sekali!

Dari semua ulasan serta alasan di atas yang berpusat kepada mengapa kita harus melakukan investasi, dapat kita simpulkan bahwa hal itu didasari oleh kebutuhan kita yang lebih dari sekedar harus menyimpan uang di suatu tempat. Berbeda dengan investasi, tabungan bernilai kaku karena selain mengandalkan bunga yang tidak seberapa, tidak banyak hal yang bisa dibantu oleh tabungan menghadapi inflasi yang mencapai 4% tadi. Satu-satunya jalan kita adalah dengan mencari jalan lain di luar tabungan, dan salah satunya adalah investasi.


Apa yang harus dilakukan sebelum memulai investasi?

Tentukan tujuanmu terlebih dahulu. Tujuan adalah hal yang harus kalian punya sebelum melakukan sesuatu. Perlu ada impian dan cita-cita untuk bisa mengejar sesuatu. Lalu apa tujuan atau cita-citamu?

Menetapkan tujuanmu melakukan investasi adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan investasi. Semuanya bisa dimulai dengan kembali lagi ke poin-poin di atas terkait kebutuhan kita seperti kebutuhan pendidikan, kebutuhan pribadi, serta kebutuhan di hari tua.

Itu adalah beberapa contoh dari tujuan yang harus kita semua miliki di awal. Baru dari situ, kita akan bisa menentukan, akan menggunakan investasi jenis apa, mulai dari jangka pendekjangka menengah, atau jangka panjang. Menentukan tujuan investasi juga dapat membantu kita menentukan produk investasi paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Setelah belajar tentang mengapa kita harus berinvestasi, mari sama-sama kita pikirkan tentang tujuan dari berinvestasi kita masing-masing. Semuanya tentu punya tujuan yang berbeda-beda, tapi kita bisa sama-sama meraihnya dengan cara yang sama.


Siap untuk melakukan investasi demi masa depan kita semua? Lihat bagaimana cara dan startegy EMSI  bisa membantu mewujudkan tujuan kita semua terkait inflasi yang mengincar kita setiap waktu.

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.